EVENT

Sejauh Mata Memandang Mengenalkan Cerita Rakyat Melalui Sebuah Koleksi

Friday, 09/11/2018 16:04 WIB by Atina Amalia, Facetofeet
Sejauh Mata Memandang Mengenalkan Cerita Rakyat Melalui Sebuah Koleksi
instagram: @sejauh_mata_memandang

Terbilang unik, Sejauh Mata Memandang selalu mengenalkan berbagai keunikan lokal melalui sebuah koleksi. Begitupun di tahun keempatnya ini, Sejauh Mata Memandang kembali mengeluarkan koleksi yang unik, yaitu Timun Mas. Chitra Subyakto mengatakan bahwa melalui koleksi Timun Mas ini, ia ingin memperkenalkan cerita rakyat kepada generasi muda yang jarang mengetahui tentang cerita-cerita rakyat yang dimiliki oleh bangsa ini, khususnya Timun Mas.

(sumber: instagram @senayancity)

Sesuai dengan ceritanya, karya ini bercerita mengenai seorang gadis yang bernama Timun Mas yang lahir dari sebuah timun hingga petualangannya menyelamatkan diri dari Buto Ijo. Untuk koleksi kali ini Sejauh Mata Memandang juga memberikan presentasi yang unik yang bisa dinikmati oleh banyak orang. Tidak menggelar pagelaran fashion, Sejauh Mata Memandang justru membuat pameran yang diadakan mulai dari 8 November hingga 8 Januari 2018 di Senayan City lantai 1.

(sumber: instagram @senayancity)

Tidak hanya menampilkan koleksi dari Timun Mas, pameran ini juga berkolaborasi dengan berbagai seniman, seperti Davy Linggar yang mendesain instalasi dari pameran tersebut, Tulus dan Petra yang menbuat ilustrasi musik pada film animasi Timun Mas, dan Dian Sastro yang menjadi narator pada film pendek animasi Timun Mas. Untuk koleksi dari Timun Mas ini terbuat dari kain-kain yang berasal dari bahan organik, seperti katun sari, katun foal, hingga cupro. Pembuatannya pun beragam mulai dari di cap, di tulis, dan di sablon manual menggunakan tangan.

(sumber: instagram @senayancity)

Selain menampilkan kolaksi dan pameran yabg indah, Sejauh Mata Memandang juga mengajak kamu untuk bisa membantu beramal. Dengan cara membeli buku cerita Timun Mas yang terbuat dari kain dan hanya ada 250 buku saja. Penjualan buku ini tentunya akan disumbangkan ke Yayasan Bantu Guru Belajar milik Tulus yang merupakan yayasan untuk pelatihan para guru secara gratis, dan Yayasan Dian Sastrowardhoyo yang memberikan beasiswa perguruan tinggi kepada pelajar perempuan yang akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Leave a Comment
LATEST NEWS
POPULAR
REVIEW
SUBSCRIBE OUR NEWSLETTER